Archive for Uncategorized

[sewaktu saya beres-beres kamar dini hari]

ada hal-hal yang kadang terlewatkan oleh pikiran kita, dan terkadang ada hal-hal yang kita temukan seiring perjalanan waktu dalam waktu dan tempat, juga orang yang tidak terduga.
ahahaahhihihihuhuhuhu…saya terlalu mendramatisir nampaknya.

jadi, pas malem-malem jam 12 gw beres-beres kamar, temen gw yang berinisal B bilang, “ah sok rajin lo beresin kamar.”
yah emang gw sok rajin, trus kamar gw juga udah seminggu kagak diberesin, trus lagi gw gabisa tidur, trus lagi gw banyak pikiran. hahahahhaha…bagus kan pelampiasannya ke beres2 kamar?
tapi yang gw jawab adalah: “kan kamar kaya cerminan diri, perlu selalu dibersihin. kaya manusia selalu ada dosa, makanya perlu solat lima waktu.”
sumprit, pas nulis bgitu gw ga mikir gimana-gimana. cuma sekedar mengasosiasikan sama keadaan kamar aja. cuma pas dipikir-pikir, emang iya juga kan?

coba dipikir, udah solat lima waktu, kadang ditambah solat sunnah, kadang puasa and the bla bla bla. apa kita ngerasa puas dengan ibadah kita itu? enggak kan? masih pengen nambah, masih ngerasa kurang, masih takut dosa. karena apa? karena manusia emang ga pernah berhenti berbuat dosa. hahahahahaa…sok iye ah gw.

yah mungkin tataran dosa itu sendiri juga beragam ya, cuma kalo dipikir-pikir kan biar sekecil apapun yang namanya dosa itu nanti akan diperhitungkan. makanya kita juga akan selalu berasa kalo ada dosa, soalnya dosa itu beban. itu makanya kita harus senantiasa membersihkan diri dari dosa, hohohohoho…

kalo kata si B: “ah lo kaya ustadzah aja.”

hahahahaha…

Comments (1) »

habis gelap terbitlah terang, kemudian gelap kembali…

hidup itu akan selalu berputar, kawan.

ingatlah itu

ada kalanya kau akan merasa bangga, bahagia, dan tersenyum lebar akan keberhasilanmu

akan hal-hal yang membahagiakan hatimu

namun akan ada kalanya awan gelap menyapu kebahagiaan

dan membuatmu terpuruk pada kesedihan, bahkan mendalam

hujan pun datang, menggantikan awan kelabu

perlahan matahari kembali menampakkan sinarnya di atasmu

kau pun cerah kembali

hal-hal baru datang lagi, kau pun menemukan apa yang kau inginkan di kemudian hari

namun tanpa kau sangka, badai datang

bahkan kini ia lebih hebat dibandingkan awan kelabu yang dulu menggelayutimu

perlahan kau pun kembali suram…suram…suram…

hingga hujan akan datang di musim kemarau lagi

Leave a comment »

habis gelap terbitlah terang, kemudian gelap lagi

hidup itu akan selalu berputar, kawan.

ingatlah itu

ada kalanya kau akan merasa bangga, bahagia, dan tersenyum lebar akan keberhasilanmu

akan hal-hal yang membahagiakan hatimu

namun akan ada kalanya awan gelap menyapu kebahagiaan

dan membuatmu terpuruk pada kesedihan, bahkan mendalam

hujan pun datang, menggantikan awan kelabu

perlahan matahari kembali menampakkan sinarnya di atasmu

kau pun cerah kembali

hal-hal baru datang lagi, kau pun menemukan apa yang kau inginkan di kemudian hari

namun tanpa kau sangka, badai datang

bahkan kini ia lebih hebat dibandingkan awan kelabu yang dulu menggelayutimu

perlahan kau pun kembali suram…suram…suram…

hingga hujan akan datang di musim kemarau lagi

Leave a comment »

takdir menemukan, kita yang menentukan

dulu saya selalu heran dengan perkataan: ini semua takdir…

kalau kita hanya mengikuti takdir? untuk apa kita punya pikiran?

sekarang saya baru mengerti, ternyata yang dinamakan takdir itu adalah apa yang kita temukan atau menemukan kita,

dan fungsi pikiran itu adalah untuk menentukan pilihan, kemana takdir itu akan dibawa….

Leave a comment »

daripada gak dapet-dapet kerja, mending gak dapet-dapet gelar

hahahahaha…

tagline a mild ini bikin saya nyengir terus tiap kali ngeliat. gimana enggak? di zaman keributan dan kekacauan penyusunan tugas akhir seperti ini memang kata-kata yang demikian yang paling sering dipikirkan, hahahaha…
bahkan, untuk memberikan alasan untuk banyak orang, saya sering bilang kalau saya bukannya nggak bisa lulus sekarang, cuma nggak mau lulus dengan menyandang predikat pengangguran aja. kalau begini kan seenggaknya saya masih punya status: mahasiswa.

Mahasiswa adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi.

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

nah lho. yaudahlah intinya pengangguran itu nggak bagus lah ya.
saya tidak mau menambah2 beban keluarga dan negara dengan menjadi pengangguran, maka dari itu saya inginnya dapet kerja dulu baru lulus. even it’s so hard to get. yang udah lulus aja susah apalagi yang enggak.
that’s why kita perlu membekali diri dengan berbagai keahlian lain. kalau nggak ada keahlian sama sekali, ya so sorry kalau terpaksa menjalani pekerjaan yang nggak sesuai dengan standar keinginan atau bahkan jadi pengangguran.

bukannya saya menakut-nakuti, tapi itu memang kenyataannya. di zaman sekarang ini jumlah lulusan perguruan tinggi sudah tidak terhitung dan jumlah angkatan kerja lebih tidak terhitung lagi. tapi jumlah pekerjaan yang tersedia masih terbatas. walaupun akan selalu ada, tapi jumlahnya tidak akan cukup untuk menampung seluruh angkatan kerja yang ada.
so, satu-satunya jalan adalah dengan menghias diri kita dengan berbagai keahlian atau justru membuat lapangan pekerjaan sendiri. satu lagi, membuat lapangan pekerjaan sendiri juga butuh kreativitas dan skill dalam mengolah lapangan pekerjaan itu sendiri.

ketika lulus dan sudah dibekali berbagai keahlian, ternyata masih ada juga yang kita butuhkan, yaitu keunggulan untuk membuat para pemilik lahan pekerjaan memilih kita. karena, yang memiliki keahlian tidak hanya kita sendiri. masih banyak orang lain disana yang memiliki berbagai keahlian khusus juga. dan kita harus bisa menunjukkan keunggulan kita 😀

jadi, semasa kuliah, banyak-banyaklah menambah keahlian dan mengasahnya dengan sebaik-baiknya. jadi nggak dapet-dapet gelar demi menambah keahlian untuk mendapatkan kerja sih nggak papa. haha…
tapi yang paling mending sih mending dapet gelar dan dapet kerja dalam waktu singkat 😀

Comments (7) »

di dalam putih ada hitam dan di dalam hitam ada putih

Hitam dalam definisi ideal adalah representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap

Putih adalah representasi kehadiran seluruh warna dasar dalam keadaan maksimum dengan proporsi sama besar. Putih, seperti juga hitam dan abu-abu, tidak bisa dikatakan didefinisikan sebagai warna tertentu. Putih dalam pengertian ideal berarti kehadiran seluruh warna dengan cahaya maksimum sehingga tidak bisa lagi direpresentasikan oleh mata atau sensor kamera, berkebalikan dengan definisi ideal hitam.

hehe…saya bukan sedang ingin bermain dengan warna dalam makna sesungguhnya seperti di atas.
yang sedang ingin saya ungkapkan adalah makna konotasi dari warna-warna itu sendiri, boleh kan kita menganalogikan hitam sebagai suatu hal yang buruk dan putih sebagai suatu hal yang baik? ya nggak ada yang boleh protes, kan suka-suka saya sendiri, hehehe…

kenapa hitam buruk dan putih baik? karena begini, pada suatu bidang yang berwarna putih keseluruhannya akan terlihat bersih. namun ketika ada suatu titik noda yang berwarna bukan putih, maka akan disebut kotor. noda itu kalau meluas dan menggelap akan mencapai warna akhir hitam. makanya hitam itu identik dengan kotor ataupun tidak baik.
sekali lagi, ini analogi dari saya. subjektif, tidak melalui penelitian yang mendalam. suer deh.

kembali lagi pada hal baik dan tidak baik.
kenapa kita bisa mengkategorikan suatu hal menjadi baik dan tidak baik? karena kita punya pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman mengenai itu semua. dan lagi kita didukung oleh bidang-bidang keilmuan yang menegaskan pada kita mengenai baik dan tidak baik itu sendiri.
yang baik menjadi putih dan tidak baik menjadi hitam.

seringkali kita selalu berusaha mati-matian untuk mendapatkan putih, bahkan berlomba-lomba untuk menjadi putih. karena apa? karena putih baik, dan yang baik adalah yang dianggap benar, dan yang benar akan disukai. that’s it kan? we live in social community yang mendorong kita untuk berusaha menjadi sesuatu yang baik 😀

tapi, sadarkah kita kalau di dalam suatu hal selalu terdapat dua kutub yang berbeda?
bumi kita ada dua kutub, utara dan selatan. anggota tubuh kita ada dua kutub, kanan dan kiri. uang ada dua sisi, dan sebagainya. begitu pula dengan sesuatu hal.
dalam suatu yang putih TETAP akan terdapat sesuatu yang hitam. entah itu dalam kuantitas yang besar atau kecil, tetap akan memiliki kehitamannya sendiri. sadarkah kita kalau semua hal yang kita anggap baik alias putih itu akan terdapat keburukan di dalamnya?
mungkin kita nggak sadar atau belum sadar, tapi sadarilah kalau sebenarnya memang itu akan selalu ada. jadi, jangan terlalu yakin akan apa yang kita pilih. karena dalam suatu pilihan yang kita anggap baik itu akan selalu ada keburukannya.

dan kebalikannya juga sama, dalam hitam akan ada putih. tidak semua keburukan akan membawa kita pada kenistaan, karena sesungguhnya di dalam hitam masih ada putih. seperti yang sudah sering kita dengar, dalam suatu musibah pasti akan ada hikmahnya. musibah = hitam, hikmah = putih.
sepakat kan?

mungkin hal yang sama dapat diterapkan pada segala hal dalam kehidupan. jadi, jangan anggap semua dalam kehidupan ini saklek apa adanya. karena sebenarnya segala hal dalam kehidupan itu dinamis. punya berbagai sisi dan bisa membawa kita menjadi hitam atau putih.
saya bisa jadi putih, dan saya juga bisa jadi hitam.
saya bisa jadi putih yang mengandung hitam, atau saya bisa jadi hitam yang mengandung putih.
tergantung mana yang kita pilih kan?

Comments (3) »

kita sudah merdeka, tapi masih dijajah belanda

“penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi seperti halnya yang dilakukan pemerintah hindia belanda…”
itulah petikan narasi dari sebuah acara televisi yang saya saksikan sore hari ini. secara tak sengaja saya mendengar suara naratornya *yah kan saya sambil ngetik*
kisahnya sih seputar sogok-menyogok dan juga suap-menyuap. juga kelakuan para aparat yang menyimpang, alias bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri. yah as you know, beberapa jenis bahkan hampir semua aparat pemerintahan di indonesia kan sarat akan penyimpangan.

entah apa yang ada dalam pikiran mereka lah ya, pokoknya mereka sudah turut berperan dalam perusakan moral bangsa ini. terima kasih banyak loh para aparat semua, karena dengan segala kelakuan kalian maka korupsi kolusi dan nepotisme jadi terasa biasa saja. menjadi suatu hal yang wajar kalau seandainya makhluk-makhluk di indonesia melakukan berbagai kecurangan. yaaa kan aparatur negaranya saja begitu, nggak papa dong kalo kita juga ngikutin??

back to belanda. beberapa hari yang lalu memang indonesia kan sudah merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang keee….mmm…63 ya? iya kan? hahahaha…
konon, saat itu kita sudah merdeka dari segala penjajahan. dan segala kebahagiaan rakyat indonesia itu tertuang dalam pembukaan alias preambule UUD 1945 dimana rakyat indonesia dengan itu menyatakan kemerdekaannya. merdeka itu apa sih?

Kemerdekaan adalah:

  • (kata benda) saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya.
  • (kata benda) saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Sinonimnya ialah ‘kebebasan‘.

yaa itu pengertian dari wikipedia sih. intinya, merdeka itu ya bebas. bebas lepas dari segala penjajahan, dari segala hal yang bisa merebut hak. sekarang, apa kita udah merdeka?

iya sih kita merdeka. merdeka, nggak ada yang menjajah dalam artian nggak ada lagi perang-perangan. yang lagi dijajah dalam artian denotatif tuh IRAK, hehehe…dijajah sama AMERIKA.
tapi emangnya iya? jaman dulu, jaman masih sekolah dan bego gw sih iya-iya aja dibilang kita udah merdeka udah bebas, malah ada yang bilang kita udah maju. iya sih udah maju dibandingkan dari jaman urdu. tapi kalo sekarang? huh nehi. apalagi setelah saya mengenyam bangku kuliah dan berdekatan dengan para aktivis kampus yang sok2 kritis itu. yah let’s say mereka emang keliatan sotoy, tapi at least mereka membuka mata hati dan batin saya akan kenyataan yang ternyata pahit ini. KITA BELUM MERDEKA SAMA SEKALI.

beberapa bulan yang lalu, saya membaca dimana ya? hehe…lupa. kalo gak di koran ya di internet kalo ternyata pemerintah hindia belanda itu menyisakan hutang perang sebanyak sekian ratus juta kepada indonesia. it it what you called freedom??
parahnya lagi, hutang-hutang itu baru saja terbayar pada tahun ini *lagi-lagi ga yakin banget sih, cuma kalo ga taun ini ya taun kemaren*. menakjubkan sih buat saya yang nggak tau apa-apa dan percaya-percaya aja sama isi buku pelajaran sejarah perjuangan bangsa ini. menggelikan sekali, udah diberi kemerdekaan berikut bonusnya: hutang yang menahun.

lalu, yang membuat indonesia semakin terpuruk yah you know lah banyaknya koruptor. nggak cukup utang belanda, utang negara ini sendiri ke imf juga udah banyak banget. kalo dari kemarin aja yang kita bayar itu hutang-hutang dari belanda, kapan kita lunas bayar utang negaranya sendiri??? iya ga sih?
uuhhh,,, ternyata saya lahir dengan menghirup udara negeri berhutang…
okey, kembali ke para koruptor yang, ehm terima kasih sekali, telah mencoreng nama bangsa di muka dunia dan juga menyengsarakan kami para rakyat yang mau makan aja susah. soalnya makannya mesti masak nasi dulu, nasinya mesti beli beras dulu, berasnya mesti numbuk padi dulu, padinya mesti ditanem pak tani dulu. pak tani mau nanem, beli lahan, bibit, dan pupuk juga susah. semua serba susah.
tadi kan lagi kembali ke koruptor ya? oia, jadi para koruptor itu seenaknya aja menggunakan yang bukan miliknya. such as, mobil negara, rumah negara, segala harta negara sampe ngambil duit negara. punya negara yang berhak siapa? rakyat. ya mereka juga rakyat, tapi kan mereka mempergunakannya untuk diri mereka sendiri dan keluarganya yang nggak oke oke kaya keluarga saya. kalo kita pakai barang punya orang tanpa ijin, atau kita ambil punya orang lain namanya kita mencuri. berarti koruptor=pencuri, maling, bangsat, rampok, garong. kalo maling ayam aja suka dibakar massa, kenapa maling negara nggak brani? ah cupu lo semuanya, maling yang segede gaban gitu aja gak berani. cupuuuu… *kaya saya berani aja*

nah, siapa yang mengajarkan mencuri??
ternyata, kelakuan curang yang demikian juga merupakan warisan dari para belanda. mungkin 350 tahun memang sudah sangat cukup untuk menanamkan nilai-nilai korupsi, kolusi, dan nepotisme. belanda memang sudah tidak menjajah kita secara fisik, hutang belanda juga sudah tidak mencekik kita secara materi, namun ternyata moral bejat belanda masih menjajah kita secara mental.

Tuhan, ampuni kami. bukakan mata hati kami dari segala kekacauan ini. amin

cup cup muah

Comments (9) »