Archive for life thought

takdir menemukan, kita yang menentukan

dulu saya selalu heran dengan perkataan: ini semua takdir…

kalau kita hanya mengikuti takdir? untuk apa kita punya pikiran?

sekarang saya baru mengerti, ternyata yang dinamakan takdir itu adalah apa yang kita temukan atau menemukan kita,

dan fungsi pikiran itu adalah untuk menentukan pilihan, kemana takdir itu akan dibawa….

Leave a comment »

di dalam putih ada hitam dan di dalam hitam ada putih

Hitam dalam definisi ideal adalah representasi ketidakhadiran sedikit pun warna atau cahaya di dalam sebuah ruang gelap

Putih adalah representasi kehadiran seluruh warna dasar dalam keadaan maksimum dengan proporsi sama besar. Putih, seperti juga hitam dan abu-abu, tidak bisa dikatakan didefinisikan sebagai warna tertentu. Putih dalam pengertian ideal berarti kehadiran seluruh warna dengan cahaya maksimum sehingga tidak bisa lagi direpresentasikan oleh mata atau sensor kamera, berkebalikan dengan definisi ideal hitam.

hehe…saya bukan sedang ingin bermain dengan warna dalam makna sesungguhnya seperti di atas.
yang sedang ingin saya ungkapkan adalah makna konotasi dari warna-warna itu sendiri, boleh kan kita menganalogikan hitam sebagai suatu hal yang buruk dan putih sebagai suatu hal yang baik? ya nggak ada yang boleh protes, kan suka-suka saya sendiri, hehehe…

kenapa hitam buruk dan putih baik? karena begini, pada suatu bidang yang berwarna putih keseluruhannya akan terlihat bersih. namun ketika ada suatu titik noda yang berwarna bukan putih, maka akan disebut kotor. noda itu kalau meluas dan menggelap akan mencapai warna akhir hitam. makanya hitam itu identik dengan kotor ataupun tidak baik.
sekali lagi, ini analogi dari saya. subjektif, tidak melalui penelitian yang mendalam. suer deh.

kembali lagi pada hal baik dan tidak baik.
kenapa kita bisa mengkategorikan suatu hal menjadi baik dan tidak baik? karena kita punya pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman mengenai itu semua. dan lagi kita didukung oleh bidang-bidang keilmuan yang menegaskan pada kita mengenai baik dan tidak baik itu sendiri.
yang baik menjadi putih dan tidak baik menjadi hitam.

seringkali kita selalu berusaha mati-matian untuk mendapatkan putih, bahkan berlomba-lomba untuk menjadi putih. karena apa? karena putih baik, dan yang baik adalah yang dianggap benar, dan yang benar akan disukai. that’s it kan? we live in social community yang mendorong kita untuk berusaha menjadi sesuatu yang baik 😀

tapi, sadarkah kita kalau di dalam suatu hal selalu terdapat dua kutub yang berbeda?
bumi kita ada dua kutub, utara dan selatan. anggota tubuh kita ada dua kutub, kanan dan kiri. uang ada dua sisi, dan sebagainya. begitu pula dengan sesuatu hal.
dalam suatu yang putih TETAP akan terdapat sesuatu yang hitam. entah itu dalam kuantitas yang besar atau kecil, tetap akan memiliki kehitamannya sendiri. sadarkah kita kalau semua hal yang kita anggap baik alias putih itu akan terdapat keburukan di dalamnya?
mungkin kita nggak sadar atau belum sadar, tapi sadarilah kalau sebenarnya memang itu akan selalu ada. jadi, jangan terlalu yakin akan apa yang kita pilih. karena dalam suatu pilihan yang kita anggap baik itu akan selalu ada keburukannya.

dan kebalikannya juga sama, dalam hitam akan ada putih. tidak semua keburukan akan membawa kita pada kenistaan, karena sesungguhnya di dalam hitam masih ada putih. seperti yang sudah sering kita dengar, dalam suatu musibah pasti akan ada hikmahnya. musibah = hitam, hikmah = putih.
sepakat kan?

mungkin hal yang sama dapat diterapkan pada segala hal dalam kehidupan. jadi, jangan anggap semua dalam kehidupan ini saklek apa adanya. karena sebenarnya segala hal dalam kehidupan itu dinamis. punya berbagai sisi dan bisa membawa kita menjadi hitam atau putih.
saya bisa jadi putih, dan saya juga bisa jadi hitam.
saya bisa jadi putih yang mengandung hitam, atau saya bisa jadi hitam yang mengandung putih.
tergantung mana yang kita pilih kan?

Comments (3) »

kita sudah merdeka, tapi masih dijajah belanda

“penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi seperti halnya yang dilakukan pemerintah hindia belanda…”
itulah petikan narasi dari sebuah acara televisi yang saya saksikan sore hari ini. secara tak sengaja saya mendengar suara naratornya *yah kan saya sambil ngetik*
kisahnya sih seputar sogok-menyogok dan juga suap-menyuap. juga kelakuan para aparat yang menyimpang, alias bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri. yah as you know, beberapa jenis bahkan hampir semua aparat pemerintahan di indonesia kan sarat akan penyimpangan.

entah apa yang ada dalam pikiran mereka lah ya, pokoknya mereka sudah turut berperan dalam perusakan moral bangsa ini. terima kasih banyak loh para aparat semua, karena dengan segala kelakuan kalian maka korupsi kolusi dan nepotisme jadi terasa biasa saja. menjadi suatu hal yang wajar kalau seandainya makhluk-makhluk di indonesia melakukan berbagai kecurangan. yaaa kan aparatur negaranya saja begitu, nggak papa dong kalo kita juga ngikutin??

back to belanda. beberapa hari yang lalu memang indonesia kan sudah merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang keee….mmm…63 ya? iya kan? hahahaha…
konon, saat itu kita sudah merdeka dari segala penjajahan. dan segala kebahagiaan rakyat indonesia itu tertuang dalam pembukaan alias preambule UUD 1945 dimana rakyat indonesia dengan itu menyatakan kemerdekaannya. merdeka itu apa sih?

Kemerdekaan adalah:

  • (kata benda) saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya.
  • (kata benda) saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Sinonimnya ialah ‘kebebasan‘.

yaa itu pengertian dari wikipedia sih. intinya, merdeka itu ya bebas. bebas lepas dari segala penjajahan, dari segala hal yang bisa merebut hak. sekarang, apa kita udah merdeka?

iya sih kita merdeka. merdeka, nggak ada yang menjajah dalam artian nggak ada lagi perang-perangan. yang lagi dijajah dalam artian denotatif tuh IRAK, hehehe…dijajah sama AMERIKA.
tapi emangnya iya? jaman dulu, jaman masih sekolah dan bego gw sih iya-iya aja dibilang kita udah merdeka udah bebas, malah ada yang bilang kita udah maju. iya sih udah maju dibandingkan dari jaman urdu. tapi kalo sekarang? huh nehi. apalagi setelah saya mengenyam bangku kuliah dan berdekatan dengan para aktivis kampus yang sok2 kritis itu. yah let’s say mereka emang keliatan sotoy, tapi at least mereka membuka mata hati dan batin saya akan kenyataan yang ternyata pahit ini. KITA BELUM MERDEKA SAMA SEKALI.

beberapa bulan yang lalu, saya membaca dimana ya? hehe…lupa. kalo gak di koran ya di internet kalo ternyata pemerintah hindia belanda itu menyisakan hutang perang sebanyak sekian ratus juta kepada indonesia. it it what you called freedom??
parahnya lagi, hutang-hutang itu baru saja terbayar pada tahun ini *lagi-lagi ga yakin banget sih, cuma kalo ga taun ini ya taun kemaren*. menakjubkan sih buat saya yang nggak tau apa-apa dan percaya-percaya aja sama isi buku pelajaran sejarah perjuangan bangsa ini. menggelikan sekali, udah diberi kemerdekaan berikut bonusnya: hutang yang menahun.

lalu, yang membuat indonesia semakin terpuruk yah you know lah banyaknya koruptor. nggak cukup utang belanda, utang negara ini sendiri ke imf juga udah banyak banget. kalo dari kemarin aja yang kita bayar itu hutang-hutang dari belanda, kapan kita lunas bayar utang negaranya sendiri??? iya ga sih?
uuhhh,,, ternyata saya lahir dengan menghirup udara negeri berhutang…
okey, kembali ke para koruptor yang, ehm terima kasih sekali, telah mencoreng nama bangsa di muka dunia dan juga menyengsarakan kami para rakyat yang mau makan aja susah. soalnya makannya mesti masak nasi dulu, nasinya mesti beli beras dulu, berasnya mesti numbuk padi dulu, padinya mesti ditanem pak tani dulu. pak tani mau nanem, beli lahan, bibit, dan pupuk juga susah. semua serba susah.
tadi kan lagi kembali ke koruptor ya? oia, jadi para koruptor itu seenaknya aja menggunakan yang bukan miliknya. such as, mobil negara, rumah negara, segala harta negara sampe ngambil duit negara. punya negara yang berhak siapa? rakyat. ya mereka juga rakyat, tapi kan mereka mempergunakannya untuk diri mereka sendiri dan keluarganya yang nggak oke oke kaya keluarga saya. kalo kita pakai barang punya orang tanpa ijin, atau kita ambil punya orang lain namanya kita mencuri. berarti koruptor=pencuri, maling, bangsat, rampok, garong. kalo maling ayam aja suka dibakar massa, kenapa maling negara nggak brani? ah cupu lo semuanya, maling yang segede gaban gitu aja gak berani. cupuuuu… *kaya saya berani aja*

nah, siapa yang mengajarkan mencuri??
ternyata, kelakuan curang yang demikian juga merupakan warisan dari para belanda. mungkin 350 tahun memang sudah sangat cukup untuk menanamkan nilai-nilai korupsi, kolusi, dan nepotisme. belanda memang sudah tidak menjajah kita secara fisik, hutang belanda juga sudah tidak mencekik kita secara materi, namun ternyata moral bejat belanda masih menjajah kita secara mental.

Tuhan, ampuni kami. bukakan mata hati kami dari segala kekacauan ini. amin

cup cup muah

Comments (9) »

tujuan hidup itu ke surga, bukan lainnya. yang lain hanya iklan

pusing saya pusing melihat banyaknya manusia yang berkeliaran, dan masih tidak sadar kalau semua yang ada di dunia ini hanya semu. segala kebahagiaan yang diberikan di dunia tidak ada artinya bila dibandingkan dengan kebahagiaan yang ada pada tujuan akhir hidup kita, yaitu surga.

siapa sih yang nggak mau masuk surga? pasti cita-cita semua orang adalah: muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga. hahaha…AMIN. saya juga mau lah kayak gitu.

Tuhan memang luar biasa memberikan kita pengalaman berbagai macam perasaan, senang, sedih, marah, bahagia, puas, iri, jijik, kesal, dan sebagainya. tapi, sadar nggak kalo semua yang kita rasa itu juga cuma iklan aja? nggak ada yang tau juga nanti kita di surga gimana, cuma kan konon semua makhluk yang masuk surga akan merasa bahagia melebihi di dunia. nah lo, euforia dong? hehehe…

segala masalah, rejeki, kebahagiaan, kesulitan, itu juga cuma iklan supaya hidup kita di dunia berwarna. eits, cuma sekedar gitu aja? enggak!
karena Tuhan menciptakan segala hal dengan tujuan. begitu juga dengan warna warni hidup kita, itu yang akan menjadi semacam game kehidupan dimana ending permainan adalah mencapai surga. yang kalah, yaa bisa masuk neraka atau entahlah saya juga belum tahu sampai sekarang. pertama, ilmu agama saya mungkin memang belum sejauh itu, dan kedua karena tidak ada manusia yang tau itu.

kenapa sih saya nulis beginian? udah kaya yang paling bener aja.
yah namanya juga cuap-cuap, cuma iklan ini juga.

Comments (1) »